sejarah bawean

Ketika saya membuka situs ini banyak sekali mengulas tentang silat Bawean… Saya sebagai pemula di forum ini, memohon ijin untuk sedikit memberi informasi siapa tahu berguna buat buat sahabatsilat.com… Secara ringkas : Silat Bawean sama dengan silat melayu lainnya, bahakan silat Bawean corak ragamnya sama banyaknya dengan aliran-aliran silat pada umumnya. Mungkin yang membedakan adalah hanya divariasi langkah serta dituntut untuk lembut (gemulai dan rancak) artinya Lebih banyak menonjolkan Intertaimennya. Agar enak ditonton dan dilihat. Sedangkan teknik kuncian gesutan dan lain-lain sama dengan beladfiri lainnya mungkin hanya berbeda teknik (sedikit). Yang Perlu saya Informasikan bahwa Silat Bawean yang dibahas komunitas di sini adalah Silat Kemanten atau bahasa Baweannya ” PENCAK PANGANTEN”,. Pencak panganten Bukan ‘POKOLAN” Sebab Pokolan yang sebenarnya tidak pernah Dipelajari orang umum apalgi dipertunjukkan. Bahkan Tidak masuk dalam klasifikasi yang diperbolehkan oleh IPSI. walupun Pencak Panganten dan Pokolan sama-sama menjadikan langkah sebagai dasarnya.. 1. Pencak Kemanten (mengutamakan Keindahan gerak) 2. Pokolan ada dua macam yaitu, 1. Pokolan yang mengutamakan gerak tangan. 2. Pokolan yang mengutamakan Gerak Kaki Kedua jenis Pokolan ini hanya bertujuan secepatnya melumpuhkan lawan (Tetapi dilarang Keras mendahului menyerang, Intinya kalau bisa damai atau saling memaafkan Itulah jalan terbaik).. Selebihnya bagi KomunitasSilat yang penasaran dan ingin mengetahu lebih bnayak mengenai Silat Bawean sebaiknya datang lngsung Ke Bawean.. (endy) samber gledek: Kang Endy, Bisa diceritakan sejarahnya? Salam endy: Salam hormat saya dan salam kenal mas james… Saya ini hanya tahu dari cerita orang tua-tua….. Menurut sekelumit orang dari mulut ke mulut. Silat Bawean itu banyak dipengaruhi oleh budaya Jawa dan melayu, sebab penduduk aslinya memang berasal dari Jawa, tepatnya Blambangan, waktu terjadinya perang paregreg.. Kemudian pendatang baru bermunculan dan menetap, seperti Sulawesi (Bugis, Makasar, Mandar), Kalimantan (Banjar, dayak dan lainnya), Sumatra (palembang, Minang, Bengkulu Dll), Madura. Kemudian di perkaya lagi oleh masyarakat Perantau asal Bawean yang kembali ke Bawean setelah puas merantau barang kali. Menjadikan Budaya Khusunya Silat Bawean itu menjadi bervareasi. Soal Keindahan Pencak Panganten, Yang diadopsi dari Budaya Melayu dan dijadikan Adat turun temurun mengakibatkan Silat yang semula kaku dari aliran apapun menjadi lebih luwes dan enak dilihat karena dipertontotnkan pada khalayak umum. Apalagi Sekarang sudah menjadi Komoditas yang bisa bernilai ekonomis (he.he…) bagi yg pandai memanfaatkan speluang lho.. lewat (Intertainment) dan acara-acara budaya, jadi makin luwes saja. Sedangkan mengenai Pokolan, Dari tutur pinutur para tetuo sepuh… itupun sangat langka yang ahli dibidangnya… Sebagian berasal dari Sisa-sisa Perajurit Majapahit pimpinan Ranggalawe… yang didalamnya mungkin termasuk orang bawean dan tuban.. makanya Silatnya hampir mirip (bahkan banyak memiliki kesamaan. Yang membedakan adalah hasil akhirnya… Ingat! “Jangan pernah mendahului, kalou diserang dan tidak bisa menghindar apa boleh buat, jalan damai dan maaf lebih diutamakan” ….. Kalu Tuban mungkin lebih lunak.. kalau Pokolan Bawean prinsipnya cepat selesai, cepat selamat…. Tap rata-rata memilih kabuuurrr… he.he… Dan di Pokolan ini, banyak yang dimodifikasi menjadi lebih ringkas dan simple. Yang Asli Bawean Itu Pokolannnya Ringkas dan Simple sementara yang campuran Tuban lebih kepada strategi… Ini tidak saya publikasikan…. Karen pertimbangan.. Sulitnya rekan2 melacak yang jenis Pokolan ini. Sudah hampir tidak ada. Kalaupun ada orannya gak bakalan mau ngasih tahu.. Semoga dapat memberikan gambaran walu sedikit. Ya mas James

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s